Kamis, 03 Januari 2019

Pendidikan Karakter Pada Anak Usia Dini

                  

Pendidikan Karakter Pada Anak Usia Dini

PAUD adalah investasi yang sangat besar bagi keluarga dan juga bangsa. Anak merupakan generasi penerus keluarga dan juga penerus bangsa. Orang tua akan merasa bahagia apabila melihat anaknya berhasil baik dalam hal pendidikan, berkeluarga, bermasyarakat, maupun berkarya. Oleh karena itu pendidikan PAUD sangat penting bagi setiap keluarga demi menciptakan generasi penerus keluarga yang baik dan benar (Suyanto, 2005:1).
Anak pada usia dini sedang dalam pertumbuhan dan perkembangan baik secara fisik maupun mental. Alangkah baiknya orang tua selalu memberikan arahan dan pengawasan. Pada masa usia dini, anak akan lebih banyak menyerap dan menangkap pengetahuan-pengetahuan yang diberikan kepadanya, alangkah baiknya jika disertai dengan penanaman nilai-nilai karakter dalam diri anak khususnya karakter Islam. Jika penanaman karakter sejak dini sudah dialakukan baik dalam lingkungan keluarga maupun sekolah, maka akan terbentuklah moral dan akhlak yang baik. Usia dini merupakan masa kritis bagi pembentukan karakter, yaitu pada usia 2 tahun anak ketika anak sudah mendapatkan cinta dari orangtua, maka anak akan lebih mudah untuk dibentuk menjadi manusia yang berakhlak mulia. Pendidikan karakter pada masa usia dini adalah upaya meletakkan pondasi karakter (Damayanti, 2014:19).
Pendidikan karakter bagi anak usia dini dimaksudkan untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan supaya dapat menjadi kebiasaan ketika kelak dewasa atau pada jenjang pendidikan selanjutnya. Menurut Mulyasa dalam Fadlillah (2014:44) pendidikan karakter bagi anak usia dini mempunyai makna yang lebih tinggi dari pendidikan moral karena tidak hanya berkaitan dengan masalah benar salah, tetapi bagaimana menanamkan kebiasaan tentang berperilaku yang baik dalam kehidupan sehingga anak memiliki kesadaran dan komitmen untuk menerapkan kebajikan dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya Menurut Zubaedi (2011:6) karakter seseorang yang positif atau mulia, akan menjadikan mengangkat status derajad yang tinggi dan mulia bagi dirinya.
Menurut Wibowo (2013:11), proses perkembangan dan pembentukannya, karakter seseorang dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor lingkungan (nurture) dan faktor bawaaan (nature). Faktor lingkungan/masyarakat sangat mempengaruhi dalam perkembangan karakter anak, karean kegiatan sehari-hari seperti bermain, bergaul, dan berkomunikasi terjadi didalam lingkungan/masyarakat. Ketika dilingkungan anak akan mengalami masa-masa perkembangan, dan tanggung jawab akan tertanam didalamnya. Akan tetapi lingkungan juga dapat menjadikan akhlak dan moral anak menurun dikarenakan lingkungan yang berada di sekitarnya tidak baik, sehingga dapat meghawatirkan karakter anak.

1 komentar:

DESTINASI WISATA DI JEPARA

Inilah 12 Tempat Wisata Di Jepara Yang Memesona       Jepara terkenal sebagai tempat kelahiran pahlawan nasional Raden Aje...